Diskusi tentang Metode Uji Viskositas Larutan Selulosa Eter untuk Mortar Campuran Kering

Selulosa eter adalah senyawa polimer yang disintesis dari selulosa alami melalui proses eterifikasi, dan merupakan pengental serta agen penahan air yang sangat baik.

Latar Belakang Penelitian

Eter selulosa telah banyak digunakan dalam mortar campuran kering dalam beberapa tahun terakhir, yang paling banyak digunakan adalah beberapa eter selulosa non-ionik, termasuk metil selulosa eter (MC), hidroksietil selulosa eter (HEC), hidroksietil selulosa eter metil selulosa eter (HEMC) dan hidroksipropil metil selulosa eter (HPMC). Saat ini, belum banyak literatur tentang metode pengukuran viskositas larutan eter selulosa. Di negara kita, hanya beberapa standar dan monograf yang menetapkan metode pengujian viskositas larutan eter selulosa.

Metode pembuatan larutan selulosa eter

Pembuatan Larutan Metil Selulosa Eter

Metil selulosa eter mengacu pada selulosa eter yang mengandung gugus metil dalam molekulnya, seperti MC, HEMC, dan HPMC. Karena sifat hidrofobik gugus metil, larutan selulosa eter yang mengandung gugus metil memiliki sifat gelasi termal, yaitu tidak larut dalam air panas pada suhu yang lebih tinggi dari suhu gelasinya (sekitar 60-80°C). Untuk mencegah larutan selulosa eter menggumpal, panaskan air di atas suhu gelasinya, sekitar 80-90°C, kemudian tambahkan bubuk selulosa eter ke dalam air panas, aduk hingga terdispersi, terus aduk dan dinginkan hingga suhu yang ditetapkan, maka dapat disiapkan menjadi larutan selulosa eter yang seragam.

Sifat kelarutan eter yang mengandung metilselulosa tanpa perlakuan permukaan.

Untuk menghindari penggumpalan eter selulosa selama proses pelarutan, produsen terkadang melakukan perlakuan permukaan kimia pada produk eter selulosa bubuk untuk menunda pelarutan. Proses pelarutannya terjadi setelah eter selulosa terdispersi sepenuhnya, sehingga dapat langsung didispersikan dalam air dingin dengan nilai pH netral tanpa membentuk gumpalan. Semakin tinggi nilai pH larutan, semakin singkat waktu pelarutan eter selulosa dengan sifat pelarutan tertunda. Sesuaikan nilai pH larutan ke nilai yang lebih tinggi. Alkalinitas akan menghilangkan kelarutan tertunda eter selulosa, menyebabkan eter selulosa membentuk gumpalan saat larut. Oleh karena itu, nilai pH larutan harus dinaikkan atau diturunkan setelah eter selulosa terdispersi sepenuhnya.

Sifat kelarutan eter yang mengandung metilselulosa yang telah diolah permukaannya

Pembuatan Larutan Hidroksietil Selulosa Eter

Larutan hidroksietil selulosa eter (HEC) tidak memiliki sifat gelasi termal, oleh karena itu, HEC tanpa perlakuan permukaan juga akan membentuk aglomerat dalam air panas. Produsen umumnya melakukan perlakuan permukaan kimia pada HEC bubuk untuk menunda pelarutan, sehingga dapat langsung didispersikan dalam air dingin dengan nilai pH netral tanpa membentuk aglomerat. Demikian pula, dalam larutan dengan alkalinitas tinggi, HEC juga dapat membentuk aglomerat karena kehilangan kelarutan yang tertunda. Karena bubur semen bersifat basa setelah hidrasi dan nilai pH larutan berada antara 12 dan 13, laju pelarutan eter selulosa yang diberi perlakuan permukaan dalam bubur semen juga sangat cepat.

Sifat kelarutan HEC yang diberi perlakuan permukaan

Kesimpulan dan Analisis

1. Proses dispersi

Untuk menghindari efek buruk pada waktu pengujian akibat pelarutan zat perawatan permukaan yang lambat, disarankan untuk menggunakan air panas dalam persiapannya.

2. Proses pendinginan

Larutan eter selulosa harus diaduk dan didinginkan pada suhu ruangan untuk mengurangi laju pendinginan, yang membutuhkan waktu pengujian yang lebih lama.

3. Proses pengadukan

Setelah eter selulosa ditambahkan ke air panas, pastikan untuk terus diaduk. Ketika suhu air turun di bawah suhu gel, eter selulosa akan mulai larut, dan larutan akan secara bertahap menjadi kental. Pada saat ini, kecepatan pengadukan harus dikurangi. Setelah larutan mencapai kekentalan tertentu, perlu didiamkan selama lebih dari 10 jam sebelum gelembung perlahan mengapung ke permukaan, pecah, dan menghilang.

Gelembung Udara dalam Larutan Selulosa Eter

4. Proses hidrasi

Kualitas eter selulosa dan air harus diukur secara akurat, dan usahakan untuk tidak menunggu larutan mencapai viskositas yang lebih tinggi sebelum menambahkan air.

5. Uji viskositas

Karena sifat tiksotropi larutan eter selulosa, saat menguji viskositasnya, ketika rotor viskometer putar dimasukkan ke dalam larutan, hal itu akan mengganggu larutan dan memengaruhi hasil pengukuran. Oleh karena itu, setelah rotor dimasukkan ke dalam larutan, sebaiknya didiamkan selama 5 menit sebelum pengujian.


Waktu posting: 22 Maret 2023