1. Apa fungsi bubuk lateks yang dapat didispersikan kembali dalam mortar?
Jawaban: Bubuk lateks yang dapat didispersikan kembali dicetak setelah didispersikan dan bertindak sebagai perekat kedua untuk meningkatkan ikatan; koloid pelindung diserap oleh sistem mortar (tidak akan dikatakan rusak setelah dicetak atau didispersikan dua kali); polimerisasi cetakan resin fisik didistribusikan ke seluruh sistem mortar sebagai bahan penguat, sehingga meningkatkan kohesi mortar.
2. Apa fungsi bubuk lateks yang dapat didispersikan kembali dalam mortar basah?
Jawaban: Meningkatkan kinerja konstruksi; meningkatkan fluiditas; meningkatkan thixotropy dan ketahanan terhadap lendutan; meningkatkan kohesi; memperpanjang waktu buka; meningkatkan retensi air;
3. Apa fungsi bubuk lateks yang dapat didispersikan kembali setelah mortar mengering?
Jawaban: meningkatkan kekuatan tarik; meningkatkan kekuatan lentur; mengurangi modulus elastisitas; meningkatkan kemampuan deformasi; meningkatkan kepadatan material; meningkatkan ketahanan aus; meningkatkan kekuatan kohesif; memiliki hidrofobisitas yang sangat baik (dengan menambahkan bubuk karet hidrofobik).
4. Apa fungsi bubuk lateks yang dapat didispersikan kembali dalam berbagai produk mortar bubuk kering?
01. Perekat Ubin
① Pengaruh pada mortar segar
A. Memperpanjang waktu kerja dan waktu yang dapat disesuaikan;
B. Meningkatkan kinerja retensi air untuk memastikan tidak ada percikan air pada semen;
C. Meningkatkan ketahanan terhadap pengendapan (bubuk karet modifikasi khusus)
D. Meningkatkan kemudahan pengerjaan (mudah dipasang pada substrat, mudah menekan ubin ke perekat).
② Pengaruh pada mortar yang mengeras
A. Memiliki daya rekat yang baik pada berbagai substrat, termasuk beton, plester, kayu, ubin lama, PVC;
B. Tanaman ini memiliki kemampuan beradaptasi yang baik dalam berbagai kondisi iklim.
02. Sistem insulasi dinding luar
① Pengaruh pada mortar segar
A. Perpanjang jam kerja;
B. Meningkatkan kinerja retensi air untuk memastikan hidrasi semen;
C. Meningkatkan kemudahan pengerjaan.
② Pengaruh pada mortar yang mengeras
A. Memiliki daya rekat yang baik pada papan polistirena dan substrat lainnya;
B. Fleksibilitas dan ketahanan benturan yang sangat baik;
C. Permeabilitas uap air yang sangat baik;
D. Daya tolak air yang baik;
E. Ketahanan cuaca yang baik.
03. Penyeimbangan otomatis
① Pengaruh pada mortar segar
A. Membantu meningkatkan mobilitas;
B. Meningkatkan kohesi dan mengurangi delaminasi;
C. Mengurangi pembentukan gelembung;
D. Meningkatkan kehalusan permukaan;
E. Hindari keretakan dini.
② Pengaruh pada mortar yang mengeras
A. Meningkatkan ketahanan retak pada material perataan sendiri;
B. Meningkatkan kekuatan lentur dari bahan perata sendiri;
C. Meningkatkan secara signifikan ketahanan aus dari lapisan perataan sendiri;
D. Meningkatkan kekuatan ikatan secara signifikan pada material perataan sendiri.
04. Dempul
① Pengaruh pada mortar segar
A. Meningkatkan kemudahan konstruksi;
B. Tambahkan retensi air tambahan untuk meningkatkan hidrasi;
C. Meningkatkan kemudahan pengerjaan;
D. Hindari keretakan dini.
② Pengaruh pada mortar yang mengeras
A. Kurangi modulus elastisitas mortar dan tingkatkan kesesuaian lapisan dasar;
B. Meningkatkan fleksibilitas dan tahan terhadap keretakan;
C. Meningkatkan ketahanan terhadap penumpahan bubuk;
D. Hidrofobik atau mengurangi penyerapan air;
E. Meningkatkan daya rekat pada lapisan dasar.
05. Mortar tahan air
① Pengaruh pada mortar segar:
A. Meningkatkan kemudahan konstruksi
B. Meningkatkan retensi air dan memperbaiki hidrasi semen;
C. Meningkatkan kemudahan pengerjaan;
② Pengaruh pada mortar yang sudah mengeras:
A. Mengurangi modulus elastisitas mortar dan meningkatkan kesesuaian lapisan dasar;
B. Meningkatkan fleksibilitas, tahan terhadap retak atau memiliki kemampuan menjembatani;
C. Meningkatkan kepadatan mortar;
D. Hidrofobik;
E. Meningkatkan gaya kohesif.
Waktu posting: 31 Maret 2023